Aku tertunduk melihat
Jui yang nampak sangat tampan dengan kemeja merah maroonnya. Seperti seorang
pangeran yang dengan sangat berwibawa berjalan mondar-mandir memantas-mantaskan
diri di depan kaca. Entahlah… apa maksudnya, sepertinya dia ingin membutakan
mataku lewat pesonanya yang luar biasa.
Aku
hanya menghela napas. Berat.
Bukan
kah selama 1 tahun ini aku hidup dengan sekelumit rasa cintaku yang penuh
kepalsuan padanya? Ya! Benar! Aku saat ini sedang menyia-nyiakan
keberuntunganku yang mendapatkan
laki-laki semacam dia! Yang mungkin tidak sengaja memamerkan kesempurnaannya
yang bisa terlihat secara kasat mata.
“Hei,
Hika! Lihat! Bagaimana?”katanya sambil tersenyum lembut.
Aku
mengangguk sesumringah mungkin. Aku sebenarnya tak cukup mengerti kenapa aku
bertingkah seperti ini. Lalu, harus bagaimana agar dia mengerti jika aku tidak
suka caranya bertingkah seolah-olah aku sangat menyukainya?
“Terimakasih,
Hika,” bisiknya manis sambil memelukku. Suaranya lembut. Sangat halus dan pelan
memasuki telingaku.
Dia
melepaskan pelukannya, berjalan keluar kamar dengan langkah tegapnya. Dan
gayanya saat menutup pintu pun amat sangat membuatku tertusuk. Ya! Dia
melambaikan tangan dan tersenyum manis meninggalkanku sendirian di kamarnya seolah
tidak terjadi apa-apa pada diriku dan batinku.
Tuhan!!
Sungguh! Aku benar-benar tidak menginginkan makhluk itu. Cabut saja nyawaku
sekarang agar aku tak lebih lama lagi hidup dalam jiwa yang penuh kebohongan!
Aku sungguh tak mencintainya.
“Hah!!”
aku mendengus.
“Hika,”
sapa satu suara yang menyesakkan. Suara dari sang pemilik jasad yang sekelebat
mirip dengan jasad Jui. Aku mendongakkan pandanganku ke arahnya yang dengan
pandangan tegar sedang berdiri di ambang pintu.
“Mau
pergi?” tanyanya. Dan aku hanya mengangguk. “Hati-hati,” dia tersenyum tenang,
lalu meninggalkanku.
“Rasta,”
dia tetap berjalan, tak berniat sedikitpun menoleh dan mengobati hatiku yang
sedang tak tau arah, sekalipun aku perkeras suaraku untuk memanggil namanya.
Ya!
Dia Rasta… orang yang sangat kucintai. Kakak dari Jui. Kakak dari pacarku.
***

