Wednesday, February 27, 2013

A

0
Aku hanya sedang berdiri mematung. Menyimpang dari sebuah perasaan yang membuatku geram. Aku tahu, jika aku hanyalah manusia yang ditinggalkan dan sedang tidak diinginkan. Aku juga sangat mengerti jika aku hanya berarti sesosok pengkhianat yang bahkan tidak pernah tahu bagaimana caranya berterimakasih pada orang yang berbuat baik padaku. Aku tahu jika aku memang sudah sepantasnya dibenci! Aku pantas dicaci! Tidak hanya dengan kata ‘anjing’ yang kadang terdengar begitu ngilu! Tidak dengan kata ‘bajingan’ yang membuatklu benar-benar seperti orang yang terbuang…
Seberapa besar salahku hingga aku harus mengemis maaf demi sepeser uang yang bahkan kau perhitungkan? Untuk apa aku hidup tapi sebenarnya pun bernapas dengan hutang? Bukankah lebih baik aku mati, seperti doamu padaku? Bukankah lebih baik aku hilang, seperti yang sudah-sudah…? Ya! Ya!! Kadang ingin kumuntahkan semua di hadapanmu, semua keluh kesah untukmu yang sebenarnya tuli!! Sangat tuli! Dan bahkan otakmu pun sudah cukup mati! lalu untuk apa aku menjelaskan, jika pada akhirnya aku juga yang kau salahkan!!
Semuanya sudah jelas. Kau mengatur matamu sedemikian rupa, hingga aku sangat terlihat menjijikkan. Pun untuk sekedar dikasihani. Jadi wajar jika kau sekarang membuangku…
Karna akhir dari semua ini sudah tertebak dari awal… kau benar-benar akan membuangku!! Seperti sampah busuk yang tidak kau inginkan.
Terimakasih sudah memandangku dengan tatapan merendahkan yang hingga sekarang masih menyisakan sekelumit kebencian. Terimakasih!! Sangat!

No Response to "A"

Post a Comment