Malam ini berbeda. Memang terasa lebih hangat dan lebih tenang. Tanpa hujan. Tanpa deru angin yang melewati sela jendela. Dan... tanpamu.
Siang ini seolah wajar. Aku makan... masih tak berniat untuk mencicipi nikmatnya sambal, seperti katamu. Menghitamkan kuah berminyak bakso dengan kecap manis yang rasanya hambar... hambar... hambar!!
Setelah itu aku hanya berdiam, mengoceh sekenaku dengan jagad maya yang kau benci. Menjauhkanku darimu.
Haaaah....
Aku tak mengerti. Berulang kali aku berjalan ke ruang tamu, melihat beberapa puntung rokok yang setengahnya kau hisap kemarin malam. Masih bercecar. Sebagian mengisi gelas yang kau alih fungsikan. Sebagian hanya terserak, abunya yang memutih di karpet cokelat nampak keruh.
"Pemandangan yang biasa..." pikirku.
Sama biasanya dengan kabel-kabel komputer yang selalu ruwet walau kemarinnya sudah kau tata dengan rapi.
menghela napas. Seolah-olah tidak merasa kehilangan. Mencoba berpikir semuanya baik-baik saja...
Tapi ketika mereka bertanya kau pergi kemana, apa yang akan ku jelaskan pada mereka? sedangkan aku tak benar-benar tau alasan kau memilih melangkah keluar dari hidupku semacam ini.
semuanya masih sama.
cokelat masih terasa cokelat... hanya saja sedikit lebih pahit.
kecap masih terasa manis... hanya saja sedikit lebih hambar.
es masih terasa segar... hanya saja sedikit lebih memusingkan.
jika benar semuanya sama... jika benar ini bukan akhir...
kenapa ini semua membuatku merasa kehilangan tanpa sebuah penutup yang jelas?
Sunday, February 17, 2013
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No Response to "Is It The End? -2-"
Post a Comment