Aku tahu jika aku sedang masuk dalam
sebuah masalah aneh dengan orang yang sekarang tak kukenal dengan baik. Aku
benar-benar tahu jika apapun yang akan kukatakan hanyalah menjadi sebuah pesan
kosong yang sama saja seperti sampah yang mengendap dan tak terpakai. Aku juga
sangat tahu jika aku hanyalah pihak terhimpit yang berusaha bebas tanpa peduli
apa dan bagaimana sosok yang mengimpitku.
Serba salah?
Ya!! Sangat!
***
Seharusnya ini semua menjadi sangat
menyenangkan ketika aku bisa bertemu denganmu dan mengendus sedikit aroma
tembakau yang menempel di tubuh gemukmu yang kian kurus. Bukankah kau adalah
dulu yang sempat menggendong tubuh ringkihku ketika aku mulai merengek meminta
eskrim cokelat? Bukankah sepantasnya jika aku sangat merinduimu?
Seharusnya ini semua menjadi sangat
menyenangkan, ketika aku bisa duduk disini denganmu, kembali mengobrol dengan
sedikit canda yang akhirnya bisa melelapkanku dan melelapkanmu. Bukankah kau
adalah dulu yang selalu meminum teh hangat dalam satu gelas yang sama denganku?
Ya! Seharusnya begitu… seharusnya semua
sangat menyenangkan… jika sekarang kau menemuiku.
Cobalah… cobalah sedikit saja…
Lihat… dan benar-benar lihatlah aku…
Kenyataan yang kita hadapi sekarang
sangatlah jauh dari kata ‘semestinya’ dan ‘seharusnya’ bukan?
Aku dan kau… hanya sedang saling
bermusuhan, sekarang.
dan mungkin akan terus bermusuhan dalam jangka waktu yang cukup panjang.
bukankah hidup kita sekarang
hanyalah soal bagaimana kau menuntut apa yang kau berikan, sedangkan aku hanya
mencoba berontak dari apa yang kau mau dariku…
tetaplah seperti itu. diam dalam amarah yang terus membuatmu mengeram menyalahkanku. aku disini hanya sedang berusaha tenang... bergerak pelan...
dan diam-diam akan membunuhmu!!!


No Response to "seharusnya...?"
Post a Comment