Sunday, February 3, 2013

hidup dan mati

0
"kematian ya?" tanyaku sambil tersenyum, mencoba menguatkanmu walaupun aku tau itu adalah hal yang sia-sia.
"ya! amat sangat dekat..." kau mengatur napas, menatanya utuh dari puing-puing harap yang masih ada. Kemudian bertanya dengan suara pelan yang mencoba dikuat-kuatkan, "Hei, jelaskan padaku... apa semacam ini yang dinamakan kronis?" sambil menyeka darah yang mengintip dari sudut bibir pucatmu, sisa yang kau muntahkan.
lalu kau terdiam. menangis.
"Tenanglah... semua akan baik-baik saja." kalimat bodoh meluncur aneh dengan nada bicaraku yang sumbang. lalu...? sama! aku terdiam... menangis.
dan...
..
.
memelukmu.

 ***
  "sudah mengeluarkan darah," kau tersenyum di sela kalimatmu yang mengambang, "bukankah aku tinggal menunggu mati saja? saat aku tau aku akan mati seperti ini, aku baru sadar jika banyak mimpiku yg belum kusentuh, salah satunya adalah mimpiku untuk membahagiakan Tuhan," katamu pelan... sangat pelan.

aku menghela. dan sangat mengerti apa yg kurasakan... yaitu aku dan kau tak pernah sepesimis ini tentang kehidupan.

No Response to "hidup dan mati"

Post a Comment